• PEWARTA NETWORK
Minggu, 17 Mei 2026
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
No Result
View All Result
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata
Home Pendidikan

Psikolog: Sistem Ranking di Sekolah Tidak Lagi Relevan untuk Penilaian Siswa

Yufi Puspita Sari by Yufi Puspita Sari
2 tahun ago
in Pendidikan
0
SHARES
14
VIEWS

Jakarta, Garudatimes.com – Psikolog pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, menyatakan bahwa sistem ranking di sekolah sebenarnya tidak diperlukan sebagai indikator utama dalam menilai hasil belajar siswa. Menurutnya, pendidikan seharusnya berfokus pada pengembangan pemahaman dan kompetensi anak di setiap tingkatan kelas.

“Yang penting adalah apakah siswa memahami materi pelajaran dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan usianya, bukan sekadar mengejar peringkat,” ujar psikolog yang akrab disapa Bunda Romi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurut Romi, siswa yang tidak berada di peringkat teratas bisa kehilangan kepercayaan diri, padahal perolehan nilai rendah bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor non-akademis, seperti kondisi kesehatan saat ujian. Ia juga menekankan bahwa penilaian siswa tidak seharusnya hanya berdasar pada ujian akhir, tetapi juga melihat proses pembelajaran secara menyeluruh.

“Guru perlu memperhatikan perkembangan kemampuan siswa selama proses belajar, bukan hanya memastikan kenaikan kelas. Yang utama adalah apakah siswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan di kelasnya,” kata Romi.

Senada dengan itu, psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, menilai bahwa sistem ranking tidak lagi relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan di era Revolusi Industri 5.0. Menurutnya, dunia saat ini justru memerlukan manusia yang memiliki kecerdasan unik dan orisinal, yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Sistem pendidikan yang masih berfokus pada ranking dianggapnya tidak mendukung pengembangan kecerdasan tersebut.

Baca Juga

Solusi Layanan Publikasi Jurnal Ilmiah Bersama Alhafi Berkah Indonesia

Hukum Pertanahan di Indonesia: Masih Perlu Banyak Pembenahan?

Menko PM Muhaimin Iskandar: Libur Sekolah Penuh Selama Ramadan Tak Perlu Diterapkan

“Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda, mulai dari kecerdasan akademis, seni, hingga kecerdasan emosional. Penilaian yang hanya berfokus pada ranking akademis berisiko mengabaikan potensi anak-anak di bidang lain,” jelas Novi.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen dalam Aksi di Patung Kuda

Novi menyoroti bahwa sistem pendidikan yang berorientasi pada menghafal (memorizing) cenderung melupakan pentingnya berpikir kritis, yang seharusnya dikembangkan sejak dini. Dari sisi psikologis, ia memperingatkan bahwa sistem ranking bisa berdampak buruk, baik bagi siswa yang tidak mendapat peringkat tinggi maupun yang selalu berada di posisi teratas.

Anak-anak yang selalu mendapatkan peringkat tertinggi, menurut Novi, berisiko memiliki “fixed mindset” atau pola pikir kaku, sehingga merasa tidak perlu belajar dari siswa lain yang tidak memiliki peringkat tinggi. Sebaliknya, siswa yang berada di peringkat biasa-biasa saja justru berpotensi memiliki “growth mindset,” yang membuat mereka terbuka untuk belajar dari berbagai hal.

“Anak-anak dengan ranking tertinggi mungkin merasa takut gagal dan tertekan oleh ekspektasi tinggi masyarakat. Padahal, menghadapi kegagalan adalah bagian penting dari proses belajar,” tambah Novi.

Novi juga menyoroti bahwa sistem pendidikan yang hanya menilai akademik seringkali mengabaikan kecerdasan lain. Hal ini bisa menghambat anak untuk menemukan potensi uniknya dan mengembangkan kecerdasan orisinal yang dimiliki.

Tags: kecerdasan anakpendidikanpsikolograngkingujian nasional
ShareSendSharePin
Yufi Puspita Sari

Yufi Puspita Sari

Editor redaksi dan wartawan berpengalaman di Garuda Times, dikenal karena dedikasinya dalam menyajikan berita akurat dan informatif bagi pembaca

Berita Terkait

Solusi Layanan Publikasi Jurnal Ilmiah Bersama Alhafi Berkah Indonesia
Pendidikan

Solusi Layanan Publikasi Jurnal Ilmiah Bersama Alhafi Berkah Indonesia

Juli 30, 2025
Hukum Pertanahan di Indonesia: Masih Perlu Banyak Pembenahan?
Pendidikan

Hukum Pertanahan di Indonesia: Masih Perlu Banyak Pembenahan?

April 9, 2025
Menko PM Muhaimin Iskandar: Libur Sekolah Penuh Selama Ramadan Tak Perlu Diterapkan
Opini

Menko PM Muhaimin Iskandar: Libur Sekolah Penuh Selama Ramadan Tak Perlu Diterapkan

Januari 13, 2025
Load More
Next Post

Daun Jatuh Gandeng Prilly Latuconsina Rilis Single “Tuk Singgah”

Berita Populer

    PERUSAHAAN

    PT Kolaborasi Pewarta Digital
    AHU-003349.AH.01.30.Tahun 2023
    NIB: 1401230031537
    Ekosistem Media Online Indonesia
    Email: redaksi@pewarta.net
    WA: 0812 9000 7751 / 0812-9000-7752

    Follow Us

    PEWARTA NETWORK

    Pewarta.co.id
    SuaraNasional.id
    Tajam.net
    RepublikIndonesia.net
    SwaraWarta.co.id
    GerbangRakyat.com
    IDNHits.com
    IKNTimes.com
    PelitaDigital.com
    PelitaDigital.id
    SamudraPikiran.com
    WisataRakyat.com
    Massa.id
    KalimantanKini.com
    RedaksiPost.com
    PakarInfo.co.id
    JadiProfesional.com
    Nexzine.id
    AlquranOnline.id


    TERKINI MEDIA GROUP

    IndonesiaTerkini.id
    JatimTerkini.id
    JatengTerkini.id
    JogjaTerkini.id
    BandungTerkini.id
    SurabayaTerkini.id
    MalangTerkini.id
    BatuTerkini.id
    JemberTerkini.id
    BanyuwangiTerkini.id
    MadiunTerkini.id
    PacitanTerkini.id
    NganjukTerkini.id
    KediriTerkini.id
    LamonganTerkini.id


    REDAKSI

    Tentang Kami
    Hubungi Kami
    Pedoman Media Siber
    Privacy Policy
    Disclaimer

    TERVERIFIKASI

    Trusted Media

    Copyright © 2025 Pewarta Network - Indonesia Digital Media Ecosystem

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Dunia
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Opini
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • Hiburan
    • Wisata

    Copyright © 2024 Garuda Times - All rights reserved