• PEWARTA NETWORK
Rabu, 21 Jan 2026
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
No Result
View All Result
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata
Home Dunia

FAO: Kerawanan Pangan di 22 Negara Diprediksi Memburuk Akibat Konflik dan Perubahan Iklim

Yufi Puspita Sari by Yufi Puspita Sari
November 2, 2024
in Dunia
FAO: Kerawanan Pangan di 22 Negara Diprediksi Memburuk Akibat Konflik dan Perubahan Iklim

Screenshot

0
SHARES
0
VIEWS

Roma, Garudatimes.com – Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Program Pangan Dunia (WFP), dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengeluarkan peringatan serius tentang potensi memburuknya kerawanan pangan akut di 22 negara dalam beberapa bulan mendatang. Dalam laporan “Area Rawan Kelaparan: Peringatan Dini FAO-WFP tentang Kerawanan Pangan Akut” yang dirilis Kamis (31/10), terungkap bahwa kondisi kritis ini diprediksi akan berlangsung pada periode November 2024 hingga Maret 2025.

FAO dan WFP menyoroti lima negara sebagai wilayah dengan “keprihatinan tertinggi” yang membutuhkan perhatian mendesak, yakni Sudan, Palestina, Sudan Selatan, Haiti, dan Mali. Selain itu, tujuh negara lainnya, termasuk Chad, Lebanon, Myanmar, Mozambik, Nigeria, Suriah, dan Yaman, juga berada dalam status “keprihatinan sangat tinggi.” Wilayah-wilayah lain dalam daftar tersebut mencakup Kenya, Lesotho, Namibia, Niger, Burkina Faso, Ethiopia, dan Zimbabwe, yang juga menunjukkan tanda-tanda kerawanan pangan serius.

Laporan tersebut mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong situasi ini: konflik bersenjata, perubahan iklim, dan ketidakstabilan ekonomi. Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi yang mengancam kehidupan jutaan orang. “Konflik yang berkepanjangan terus menjadi penyebab utama kelaparan di banyak wilayah rawan, menghancurkan sistem pangan, mengusir masyarakat dari tempat tinggal mereka, serta menghambat akses bantuan kemanusiaan,” ujar pernyataan bersama kedua badan PBB tersebut.

Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, menekankan pentingnya “gencatan senjata kemanusiaan serta akses yang lebih luas untuk menyediakan makanan bernutrisi tinggi” bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang paling terdampak. “Kestabilan sangat penting untuk memungkinkan petani menanam, memanen, dan mempertahankan mata pencaharian mereka,” tegasnya. Qu juga menyampaikan bahwa akses terhadap pangan bergizi adalah hak dasar manusia yang harus dipenuhi.

Laporan ini juga menunjukkan adanya peningkatan kekerasan di beberapa wilayah, khususnya di Timur Tengah. Situasi perang yang meluas dari Gaza hingga Lebanon telah membuat jutaan orang hidup di ambang kelaparan.

Baca Juga:  Hamas Tolak Usulan Gencatan Senjata Sementara di Gaza

Baca Juga

AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025

Pemerintah Klaim Harga Beras Dunia Turun Setelah Indonesia Stop Impor Beras

Hujan Deras Landa Arab Saudi, Mekkah hingga Jeddah Dilanda Banjir

Faktor perubahan iklim juga dianggap memperburuk situasi, dengan fenomena La Nina yang diperkirakan akan memperparah peristiwa cuaca ekstrem dan mengganggu sistem pangan yang rapuh di banyak negara. Sementara itu, krisis ekonomi dan tingginya utang publik di negara-negara berkembang semakin memperlemah kemampuan pemerintah untuk melindungi warga mereka dari dampak perubahan iklim dan kemiskinan yang meningkat.

FAO dan WFP menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan yang cepat dan efektif sangat penting untuk mencegah krisis yang lebih parah. Direktur Eksekutif WFP, Cindy McCain, menyerukan tindakan segera dari pemimpin dunia untuk mengatasi masalah ini. “Sudah saatnya para pemimpin dunia melangkah maju, memberikan solusi diplomatik untuk konflik, mendukung akses bagi para pekerja kemanusiaan, serta menggalang sumber daya dan kemitraan yang diperlukan guna mencegah bencana kelaparan global,” ujarnya.

Laporan ini menjadi pengingat bahwa ancaman kelaparan bukan hanya persoalan pangan semata, tetapi juga isu kemanusiaan yang membutuhkan kerja sama global.

Tags: FAOFWPkelaparanpangan
ShareSendSharePin
Yufi Puspita Sari

Yufi Puspita Sari

Editor redaksi dan wartawan berpengalaman di Garuda Times, dikenal karena dedikasinya dalam menyajikan berita akurat dan informatif bagi pembaca

Berita Terkait

AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025
Dunia

AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025

Januari 14, 2025
Pemerintah Klaim Harga Beras Dunia Turun Setelah Indonesia Stop Impor Beras
Dunia

Pemerintah Klaim Harga Beras Dunia Turun Setelah Indonesia Stop Impor Beras

Januari 13, 2025
Hujan Deras Landa Arab Saudi, Mekkah hingga Jeddah Dilanda Banjir
Daerah

Hujan Deras Landa Arab Saudi, Mekkah hingga Jeddah Dilanda Banjir

Januari 11, 2025
Load More
Next Post
Indonesia Dukung Pembentukan Badan Permanen untuk Pengakuan Masyarakat Adat

Indonesia Dukung Pembentukan Badan Permanen untuk Pengakuan Masyarakat Adat

Berita Populer

  • BNN Siapkan Rencana Aksi Nasional P4GN 2025-2029 dengan Fokus Penguatan Rehabilitasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Hentikan Proyek IKN? Otorita Angkat Bicara Membongkar Fakta di Balik Isu Viral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Status Libur Pilkada Serentak 2024, Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Ubah Sebutan “Pinjol” Menjadi “Pindar” demi Citra Positif Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Ekonomi Desa: Prabowo Usulkan 70 Ribu Koperasi Baru dengan Investasi Rp 5 Miliar per Unit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Urgensi Regulasi Penggunaan AI dalam Advokasi Hukum Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PERUSAHAAN

PT Kolaborasi Pewarta Digital
AHU-003349.AH.01.30.Tahun 2023
NIB: 1401230031537
Ekosistem Media Online Indonesia
Email: redaksi@pewarta.net
WA: 0812 9000 7751 / 0812-9000-7752

Follow Us

PEWARTA NETWORK

Pewarta.co.id
SuaraNasional.id
Tajam.net
RepublikIndonesia.net
SwaraWarta.co.id
GerbangRakyat.com
IDNHits.com
IKNTimes.com
PelitaDigital.com
PelitaDigital.id
SamudraPikiran.com
WisataRakyat.com
Massa.id
KalimantanKini.com
RedaksiPost.com
PakarInfo.co.id
JadiProfesional.com
Nexzine.id
AlquranOnline.id


TERKINI MEDIA GROUP

IndonesiaTerkini.id
JatimTerkini.id
JatengTerkini.id
JogjaTerkini.id
BandungTerkini.id
SurabayaTerkini.id
MalangTerkini.id
BatuTerkini.id
JemberTerkini.id
BanyuwangiTerkini.id
MadiunTerkini.id
PacitanTerkini.id
NganjukTerkini.id
KediriTerkini.id
LamonganTerkini.id


REDAKSI

Tentang Kami
Hubungi Kami
Pedoman Media Siber
Privacy Policy
Disclaimer

TERVERIFIKASI

Trusted Media

Copyright © 2025 Pewarta Network - Indonesia Digital Media Ecosystem

No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata

Copyright © 2024 Garuda Times - All rights reserved

slot777