• PEWARTA NETWORK
Kamis, 13 Agu 2026
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
  • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Wisata
No Result
View All Result
Garuda Times
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata
Home Bisnis

Gaji Digital Marketer Bisa Tembus Rp35 Juta, Ini Skill yang Sebenarnya Dicari Industri

Redaksi Garuda Times by Redaksi Garuda Times
22 jam ago
in Bisnis
Gaji Digital Marketer Bisa Tembus Rp35 Juta, Ini Skill yang Sebenarnya Dicari Industri
0
SHARES
6
VIEWS

Jakarta — Kebutuhan tenaga pemasaran digital di Indonesia terus meningkat seiring makin banyak pelaku UMKM dan korporasi yang mengalihkan anggaran promosi ke kanal daring. Namun di sisi lain, banyak pencari kerja dan pelaku usaha masih kesulitan menavigasi jalur belajar yang tepat, akibat minimnya pemahaman soal skill spesifik apa saja yang benar-benar dicari industri saat ini.

Menurut sejumlah platform riset kompensasi profesional, jenjang karier di bidang ini cukup jelas: posisi entry-level seperti Digital Marketing Associate umumnya berada di kisaran Rp5,5–8,5 juta per bulan, sementara Digital Marketing Manager dengan tanggung jawab lintas kanal bisa mencapai Rp20–35 juta per bulan tergantung skala perusahaan. Rentang ini mencerminkan bagaimana permintaan tidak hanya soal jumlah, tapi juga kedalaman kompetensi — terutama pada kemampuan membaca data (Google Analytics 4), mengelola iklan berbayar multi-platform, dan belakangan, mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam alur kerja pemasaran.

Skill Klasik Saja Tidak Lagi Cukup

Wahyu Dian Purnomo, praktisi pemasaran digital bersertifikasi Google Ads dan Meta yang juga menjabat Chief Educator di Raya School — lembaga pelatihan yang pernah menangani proyek pemasaran digital untuk sejumlah institusi termasuk PwC Indonesia dan PT Schaeffler Bearing Indonesia — menilai pergeseran ini nyata di lapangan.

“Banyak pencari kerja masih berhenti di kemampuan dasar seperti membuat konten atau memasang iklan sederhana. Padahal yang dicari perusahaan sekarang adalah kemampuan menyusun arsitektur funnel, membaca atribusi data, dan mengefisienkan anggaran iklan lewat otomatisasi,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan bahwa integrasi AI dalam riset kata kunci, produksi materi promosi, hingga smart-bidding pada platform iklan kini menjadi pembeda antara kandidat yang sekadar paham teori dengan yang siap kerja.

Baca Juga:  Make Over dan The Flying Cloth: Mengangkat Keindahan Budaya Nusantara untuk Semua Perempuan

Baca Juga

Bukalapak Resmi Hentikan Layanan E-Commerce, Fokus pada Produk Virtual

Bareskrim Polri Sita Hotel Aruss Semarang, Diduga Terkait TPPU Judi Online

Vonis Harvey Moeis: Sujiwo Tejo Soroti Hukuman dan Kaitan dengan PPN 12 Persen

Jalur Belajar: Otodidak vs Terstruktur

Bagi pemula, tantangan utama bukan soal akses informasi — materi digital marketing tersedia luas dan gratis di berbagai platform seperti YouTube maupun program sertifikasi resmi Google Skillshop dan Meta Blueprint. Tantangan sesungguhnya ada pada minimnya evaluasi dan pendampingan saat praktik nyata, sehingga proses belajar mandiri kerap memakan waktu lebih lama sebelum benar-benar siap dipakai untuk kebutuhan bisnis atau melamar kerja.

Kondisi ini yang mendorong sejumlah lembaga pelatihan menghadirkan format belajar terstruktur dengan pendampingan mentor dan studi kasus langsung, alih-alih sekadar kelas teori. Salah satu contohnya adalah program pelatihan pemasaran digital di Raya School, lembaga kursus yang berbasis di Jakarta Timur dan telah menjalankan program serupa sejak 2021.

Program semacam ini umumnya menggabungkan modul dasar (riset pasar, SEO, iklan berbayar) dengan praktik lanjutan seperti otomasi pemasaran dan analitik data — kombinasi yang menurut riset kompensasi di atas berkorelasi dengan jenjang karier yang lebih tinggi.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kursus

Bagi yang berencana mengambil pelatihan digital marketing, ada beberapa hal yang layak dicek terlebih dahulu:

  • Rekam jejak instruktur — apakah punya sertifikasi resmi platform (Google, Meta) dan pengalaman menangani klien nyata, bukan hanya sertifikat mengajar.
  • Porsi praktik vs teori — program yang baik biasanya memberi ruang besar untuk eksekusi kampanye nyata, bukan sekadar slide presentasi.
  • Transparansi klaim hasil — waspadai program yang menjanjikan hasil instan tanpa penjelasan metodologi di balik angka yang dipromosikan.
Baca Juga:  Penutupan Ratusan Toko Alfamart Sepanjang 2024, Apa Benar Terancam Bangkrut?

Kebutuhan tenaga digital marketing bersertifikasi diperkirakan akan terus tumbuh seiring makin banyak bisnis — dari UMKM hingga korporasi — yang bergantung pada kanal digital sebagai sumber pertumbuhan utama. Namun sebagaimana tren keahlian teknis lainnya, kualitas jalur belajar yang dipilih akan sangat menentukan seberapa cepat seseorang bisa benar-benar mempraktikkan skill tersebut di dunia kerja atau bisnis nyata.

ShareSendSharePin
Redaksi Garuda Times

Redaksi Garuda Times

Berita Terkait

Bukalapak Resmi Hentikan Layanan E-Commerce, Fokus pada Produk Virtual
Bisnis

Bukalapak Resmi Hentikan Layanan E-Commerce, Fokus pada Produk Virtual

Januari 8, 2025
Bareskrim Polri Sita Hotel Aruss Semarang, Diduga Terkait TPPU Judi Online
Bisnis

Bareskrim Polri Sita Hotel Aruss Semarang, Diduga Terkait TPPU Judi Online

Januari 7, 2025
Vonis Harvey Moeis: Sujiwo Tejo Soroti Hukuman dan Kaitan dengan PPN 12 Persen
Bisnis

Vonis Harvey Moeis: Sujiwo Tejo Soroti Hukuman dan Kaitan dengan PPN 12 Persen

Desember 26, 2024
Load More

Berita Populer

  • Gaji Digital Marketer Bisa Tembus Rp35 Juta, Ini Skill yang Sebenarnya Dicari Industri

    Gaji Digital Marketer Bisa Tembus Rp35 Juta, Ini Skill yang Sebenarnya Dicari Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memilih Layanan Internet Berkualitas untuk Mendukung Gaya Hidup Digital Masa Kini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mobil Hybrid Dapat Diskon PPnBM 3%, Pemerintah Dorong Kendaraan Ramah Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PERUSAHAAN

PT Kolaborasi Pewarta Digital
AHU-003349.AH.01.30.Tahun 2023
NIB: 1401230031537
Ekosistem Media Online Indonesia
Email: redaksi@pewarta.net
WA: 0812 9000 7751 / 0812-9000-7752

Follow Us

PEWARTA NETWORK

Pewarta.co.id
SuaraNasional.id
Tajam.net
RepublikIndonesia.net
SwaraWarta.co.id
GerbangRakyat.com
IDNHits.com
IKNTimes.com
PelitaDigital.com
PelitaDigital.id
SamudraPikiran.com
WisataRakyat.com
Massa.id
KalimantanKini.com
RedaksiPost.com
PakarInfo.co.id
JadiProfesional.com
Nexzine.id
AlquranOnline.id


TERKINI MEDIA GROUP

IndonesiaTerkini.id
JatimTerkini.id
JatengTerkini.id
JogjaTerkini.id
BandungTerkini.id
SurabayaTerkini.id
MalangTerkini.id
BatuTerkini.id
JemberTerkini.id
BanyuwangiTerkini.id
MadiunTerkini.id
PacitanTerkini.id
NganjukTerkini.id
KediriTerkini.id
LamonganTerkini.id


REDAKSI

Tentang Kami
Hubungi Kami
Pedoman Media Siber
Privacy Policy
Disclaimer

TERVERIFIKASI

Trusted Media

Copyright © 2025 Pewarta Network - Indonesia Digital Media Ecosystem

No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata

Copyright © 2024 Garuda Times - All rights reserved