JAKARTA, 22 September 2026 – Jakarta menghadapi tantangan besar terkait penurunan muka tanah dan kebutuhan pasokan air bersih yang terus meningkat seiring padatnya populasi. Untuk mempercepat solusi atas krisis air ini, transformasi tata kelola air Jakarta kini mulai diangkat dan dibahas di panggung internasional.
Melalui Direktur Utamanya, Arief Nasrudin, PAM JAYA hadir secara khusus memenuhi undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates dalam pertemuan Private CEO Roundtable di New York. Forum eksklusif ini merupakan bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly (Sidang Majelis Umum PBB ke-81) [Instruksi Link Eksternal: Tautkan teks ini ke situs resmi un.org], di mana PAM JAYA duduk satu meja dengan para pemimpin bisnis dunia untuk merumuskan masa depan pembangunan dan pengelolaan air global.
“Kehadiran PAM JAYA di forum sekelas PBB ini bukan sekadar diskusi seremonial. Kami membawa misi konkret untuk menggalang dukungan teknologi inovatif dan kemitraan strategis global. Krisis air dan ancaman ekologis di Jakarta adalah masalah nyata, dan kami butuh kolaborasi lintas negara untuk mengejar target ambisius 100% cakupan layanan air perpipaan pada 2030,” tegas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Air Sebagai Urat Nadi Ekonomi dan Kehidupan Berkelanjutan
Dalam diskusi tingkat tinggi tersebut, para CEO yang hadir dari berbagai belahan dunia sepakat bahwa krisis air bersih tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai urusan hajat hidup harian. Air kini menjadi urat nadi yang sangat menentukan arah pertumbuhan ekonomi, kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Pertemuan ini mempertegas satu prinsip dasar: mustahil suatu negara atau perusahaan bisa berekspansi secara ekonomi tanpa membereskan infrastruktur dan menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan. Tanpa air bersih yang memadai, tidak ada industri yang bisa beroperasi maksimal. Hal ini selaras dengan komitmen PAM JAYA untuk mempercepat perluasan layanan air perpipaan di seluruh pelosok Jakarta.
Baca Juga: Info Pasang Baru / Layanan” di website PAM JAYA
Tantangan Pengelolaan Air Bersih: Jakarta vs Kota Global
Mengelola pasokan air untuk kota megapolitan sepadat Jakarta tentu bukan pekerjaan mudah, terutama dengan target ambisius mengejar sisa persentase cakupan demi mencapai kedaulatan air di 2030. Diundangnya PAM JAYA ke forum sekelas Sidang Umum PBB menjadi bukti nyata bahwa langkah perusahaan dalam membenahi infrastruktur air minum memiliki nilai tawar strategis di mata internasional.
Bagi Arief Nasrudin, forum ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk membagikan dinamika, tantangan, serta perspektif Jakarta dalam mengelola air kepada para pemimpin dunia. Partisipasi ini membuka keran jejaring industri air global yang lebih luas. Pertukaran wawasan lintas negara ini sangat berharga untuk mengukur dan meningkatkan standar operasional PAM JAYA agar sejajar dengan kota-kota maju lainnya.
Apa Dampak Pertemuan Ini Bagi Warga Jakarta?
Bagi warga ibu kota, kehadiran PAM JAYA di level global membawa keuntungan strategis yang sedang diupayakan untuk mempercepat pelayanan secara konkret:
- Transfer Teknologi Inovatif: Membuka peluang adopsi teknologi Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant) terbaru yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan dari negara-negara maju.
- Akselerasi Infrastruktur & Kepercayaan Global: Memperkuat kepercayaan internasional yang dapat memuluskan kerja sama pendanaan atau teknis guna mempercepat pembangunan ribuan kilometer jaringan pipa baru demi mencapai target 100% cakupan layanan.
- Peningkatan Standar Kualitas (SDGs ke-6): Menjamin bahwa mutu air dan pelayanan yang diterima masyarakat Jakarta secara bertahap akan dielevasi menuju standar kualitas air minum dunia, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait akses air bersih.
Kiprah Dirut PAM JAYA di meja bundar para CEO dunia tersebut membawa pesan yang sangat jelas: apa yang sedang diperjuangkan di Jakarta sangat relevan dengan agenda dunia dalam menghadapi tantangan ketahanan air. Lewat momentum strategis ini, PAM JAYA memastikan akan terus berkolaborasi di tingkat global agar warga Jakarta segera mendapatkan akses air bersih yang andal, merata, dan berkelanjutan.






