Garudatimes.com – Barcelona kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan klub melalui pembinaan pemain muda. Menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027, sejumlah talenta dari Barcelona Atletic atau Barcelona B mulai mencuri perhatian setelah mendapatkan kesempatan berlatih dan tampil bersama skuad utama.
Para pemain muda tersebut tidak ingin sekadar menjadi pelengkap selama pramusim. Mereka datang dengan ambisi besar untuk merebut tempat di tim utama Barcelona dan membuktikan bahwa akademi La Masia masih menjadi salah satu penghasil talenta terbaik di dunia sepak bola.
Kesempatan tampil di bawah arahan pelatih Hans-Dieter “Hansi” Flick menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda. Mereka menyadari bahwa performa selama pramusim dapat menjadi penentu apakah akan mendapatkan menit bermain ketika kompetisi resmi dimulai.
Barcelona Tetap Percaya pada Akademi La Masia
Dalam beberapa dekade terakhir, Barcelona dikenal sebagai salah satu klub yang paling konsisten memberikan kesempatan kepada pemain muda.
Tradisi tersebut melahirkan banyak nama besar seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Gerard Pique hingga Lionel Messi. Kini, regenerasi kembali menjadi fokus utama klub untuk menjaga identitas permainan yang selama ini melekat dengan Blaugrana.
Barcelona Atletic menjadi wadah utama bagi para pemain muda sebelum akhirnya dipromosikan ke skuad senior. Mereka tidak hanya diasah kemampuan teknis, tetapi juga dibentuk agar memahami filosofi permainan yang telah diterapkan sejak level akademi.
Musim 2026/2027 menjadi peluang baru bagi generasi berikutnya untuk mengikuti jejak para legenda klub tersebut.
Alvaro Cortes Siap Memanfaatkan Kesempatan
Salah satu pemain yang tengah menjadi sorotan adalah bek tengah berusia 21 tahun, Alvaro Cortes.
Pemain yang memperkuat Barcelona Atletic itu mengaku semakin percaya diri setelah mulai beradaptasi dengan ritme permainan tim utama.
Menurut Cortes, bermain untuk Barcelona selalu memberikan motivasi tambahan bagi setiap pemain akademi.
“Bermain untuk Barcelona selalu mendorong kami untuk memberikan yang terbaik. Dengan begitu, kami percaya bisa mendapatkan kesempatan untuk sukses di tim,” ujar Cortes.
Bek muda tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya perlahan mulai memahami tuntutan bermain bersama skuad senior yang memiliki intensitas jauh lebih tinggi dibanding level akademi.
Proses adaptasi itu dianggap berjalan positif berkat dukungan pelatih serta rekan-rekan setim yang memberikan banyak masukan selama latihan.
Debut Bersama Tim Utama Menambah Kepercayaan Diri
Cortes menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada Mei 2026.
Pengalaman tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya sebagai pemain profesional.
Kini, ia kembali memperoleh kesempatan tampil pada laga persahabatan pramusim ketika Barcelona menghadapi Birmingham City.
Dalam pertandingan tersebut, Cortes dimainkan selama 45 menit.
Walaupun Barcelona akhirnya kalah melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal, bek muda tersebut menilai pertandingan itu menjadi ujian yang sangat berguna menjelang musim baru.
“Saya merasa baik sekali. Sayang kami gagal memenangi adu penalti, tetapi itu tes yang bagus pada awal pramusim,” kata Cortes.
Penampilannya mendapat perhatian karena mampu menunjukkan ketenangan saat menguasai bola serta disiplin dalam menjaga lini pertahanan.
Xavi Espart Tak Mau Sia-siakan Kesempatan
Selain Cortes, nama lain yang mulai mendapat perhatian adalah bek kanan berusia 19 tahun, Xavi Espart.
Pemain muda tersebut juga berasal dari Barcelona Atletic dan telah mencatatkan debut bersama tim utama pada Maret 2026.
Ketika menghadapi Birmingham City, Espart dipercaya tampil sebagai starter dan bermain selama 62 menit.
Kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa Hansi Flick tidak ragu memberikan menit bermain kepada pemain muda yang menunjukkan kualitas.
Espart mengaku ingin memanfaatkan setiap peluang yang diberikan pelatih.
“Barcelona selalu menjadi klub yang percaya kepada pemain muda, terutama pada beberapa tahun terakhir. Melihat rekan-rekan berkembang memberikan saya kepercayaan diri,” ujarnya.
Menurut Espart, keberhasilan sejumlah pemain akademi menembus skuad utama membuat dirinya semakin yakin bahwa kesempatan serupa juga bisa diraih melalui kerja keras.
Kepercayaan Diri Setelah Menjuarai Euro U19
Sebelum bergabung dalam persiapan pramusim Barcelona, Espart baru saja membantu Timnas Spanyol menjadi juara Piala Eropa U19 2026.
Kesuksesan tersebut membuat kondisi mental maupun fisiknya berada dalam situasi terbaik.
Pengalaman bermain di turnamen internasional memberikan tambahan kepercayaan diri ketika kembali bersaing di level klub.
“Saya mencoba memberikan yang terbaik dan, jujur saja, saya sangat menikmati pengalaman ini,” ujar Espart.
Keberhasilan bersama tim nasional diyakini menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di Barcelona.
Hansi Flick Beri Kesempatan yang Sama
Di bawah kepemimpinan Hansi Flick, Barcelona terlihat tetap mempertahankan tradisi memberikan kesempatan kepada pemain muda.
Pelatih asal Jerman tersebut dikenal berani memainkan pemain akademi selama mereka mampu memenuhi kebutuhan taktik tim.
Bagi Flick, usia bukanlah faktor utama dalam menentukan susunan pemain.
Sebaliknya, kualitas, kedisiplinan, serta kemampuan memahami strategi menjadi pertimbangan utama.
Pendekatan seperti ini membuat para pemain Barcelona Atletic semakin termotivasi menunjukkan performa terbaik selama sesi latihan maupun pertandingan pramusim.
Persaingan yang sehat diyakini akan meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan.
Pramusim Jadi Ajang Pembuktian
Rangkaian pertandingan pramusim menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menarik perhatian pelatih.
Selain menghadapi Birmingham City, Barcelona masih memiliki beberapa laga penting sebelum musim resmi dimulai.
Pada Minggu (9/8) dini hari WIB, Barcelona dijadwalkan menghadapi Nottingham Forest dan Udinese dalam turnamen mini Piala Friuli Venezia Giulia di Udine, Italia.
Kedua pertandingan akan berlangsung masing-masing selama 45 menit sehingga memberikan peluang rotasi bagi banyak pemain.
Situasi tersebut memungkinkan para pemain akademi memperoleh tambahan menit bermain untuk menunjukkan kualitas mereka.
Selanjutnya, Barcelona akan menjamu klub Mesir, Al Ahly, pada ajang Trofi Joan Gamper di Stadion Camp Nou pada Kamis (20/8) dini hari WIB.
Laga tersebut diperkirakan menjadi simulasi terakhir sebelum Blaugrana memulai kompetisi resmi musim 2026/2027.
Persaingan Menuju Tim Utama Semakin Ketat
Meski mendapatkan kesempatan tampil, jalan menuju tim utama Barcelona tetap tidak mudah.
Skuad Blaugrana saat ini dihuni banyak pemain berkualitas di setiap lini.
Karena itu, para pemain muda harus mampu tampil konsisten agar dapat bersaing memperebutkan posisi utama.
Namun, sejarah membuktikan bahwa Barcelona selalu membuka jalan bagi pemain akademi yang mampu menunjukkan kualitas.
Tidak sedikit pemain yang awalnya hanya tampil pada laga pramusim akhirnya berkembang menjadi pilar utama klub.
Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Cortes, Espart, maupun pemain muda lainnya.
Masa Depan Barcelona Bertumpu pada Regenerasi
Komitmen Barcelona terhadap pembinaan pemain muda menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan klub.
Di tengah persaingan ketat sepak bola modern, keberhasilan menghasilkan pemain dari akademi tidak hanya memberikan keuntungan secara teknis, tetapi juga membantu menjaga stabilitas finansial klub.
La Masia terus membuktikan dirinya sebagai salah satu akademi terbaik di dunia dengan menghasilkan pemain-pemain berkualitas setiap musim.
Kini, generasi baru Barcelona Atletic berharap dapat mengikuti jejak para senior mereka yang sukses menjadi bintang di Camp Nou.
Pramusim 2026/2027 menjadi langkah awal menuju impian tersebut. Jika mampu mempertahankan performa impresif dalam setiap kesempatan yang diberikan Hansi Flick, bukan tidak mungkin Alvaro Cortes, Xavi Espart, maupun talenta muda lainnya akan menjadi bagian penting dari skuad utama Barcelona musim ini. Dengan semangat, disiplin, dan kualitas yang terus berkembang, mereka berpeluang membawa tradisi La Masia tetap hidup sekaligus menjadi fondasi kebangkitan Barcelona dalam persaingan domestik maupun Eropa pada musim-musim mendatang.






