Garudatimes.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai kehadiran siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI menjadi sarana yang mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia. Menurutnya, ajang sepak bola terbesar di dunia bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan ruang untuk berkumpul dan menikmati pertandingan secara bersama-sama.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat membuka kegiatan nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Pos Bloc Medan, Sumatera Utara, pada Senin. Acara itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Meutya mengatakan pemerintah berupaya memastikan masyarakat dari berbagai kalangan dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia tanpa harus terbebani biaya langganan. Karena itu, siaran melalui TVRI dihadirkan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama menikmati momen bersejarah sepak bola dunia.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng tidak hanya berlangsung di Medan. Secara bersamaan, Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar acara serupa di sekitar 60 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Jadi, malam ini kita tidak hanya terkoneksi dengan 60 titik yang diselenggarakan Komdigi, tetapi juga dengan jutaan orang di berbagai belahan dunia yang menikmati pertandingan yang sama,” ujar Meutya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi kementerian.
Menurutnya, sepak bola memiliki kemampuan menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang, usia, maupun profesi. Ketika pertandingan berlangsung, seluruh perhatian tertuju pada permainan di lapangan sehingga tercipta suasana kebersamaan yang sulit ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Meutya juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara nonton bareng. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial sekaligus membangun semangat persatuan melalui olahraga.
Selain menghadirkan hiburan, penyelenggaraan nonton bareng juga dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar lokasi acara. Kehadiran ribuan penonton turut meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pedagang makanan, minuman, dan pelaku usaha mikro yang beroperasi di kawasan tersebut.
Pemerintah, lanjut Meutya, berkomitmen menghadirkan akses informasi dan hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan media penyiaran publik menjadi salah satu langkah untuk memastikan layanan tersebut menjangkau lebih banyak warga, termasuk di daerah.
Final Piala Dunia 2026 sendiri menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh pencinta sepak bola di seluruh dunia. Antusiasme masyarakat Indonesia terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan nonton bareng yang digelar pemerintah maupun komunitas.
Melalui penyiaran gratis dan penyelenggaraan acara bersama di berbagai daerah, pemerintah berharap momen Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Meutya menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang lahir dari olahraga dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan serta membangun optimisme di tengah masyarakat Indonesia.






