Garudatimes.com – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menyiapkan program mudik gratis Lebaran 2026 dengan kuota sekitar 600 penumpang. Program ini bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik.
Dilansir dari laman hariancimahi.com, Kepala Dishub Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa program mudik gratis merupakan agenda rutin yang terus diperluas setiap tahun. Selain untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik.
“Setiap Lebaran jumlah kendaraan meningkat tajam. Dengan adanya mudik gratis, diharapkan masyarakat beralih ke transportasi bersama sehingga perjalanan lebih tertib dan aman,” ujarnya seperti yang dikutip dari suaraberitajabar.com.
Rute Mudik Difokuskan ke Kota Tujuan Favorit
Dishub Kabupaten Bandung merencanakan sejumlah rute yang menjadi tujuan utama pemudik. Kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih mendominasi permintaan, terutama wilayah dengan banyak perantau asal Bandung.
Beberapa rute yang diprioritaskan antara lain:
- Bandung – Solo
- Bandung – Yogyakarta
- Bandung – Surabaya
- Bandung – Purwokerto
- Bandung – Cirebon
Rute tersebut dipilih berdasarkan data pemudik tahun sebelumnya serta hasil survei minat masyarakat. Dishub juga membuka kemungkinan penambahan rute jika jumlah pendaftar melebihi kuota.
Syarat dan Proses Pendaftaran
Untuk mengikuti program mudik gratis, calon peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Pemerintah daerah menekankan bahwa program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Kabupaten Bandung serta masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Adapun syarat umum yang disiapkan meliputi:
- Fotokopi KTP Kabupaten Bandung
- Kartu Keluarga
- Surat keterangan domisili atau kerja (jika diperlukan)
- Mengisi formulir pendaftaran resmi
Pendaftaran direncanakan dibuka secara daring melalui portal resmi pemerintah daerah serta secara langsung di kantor Dishub. Langkah ini diambil agar proses seleksi lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.
Prioritas bagi Pekerja Sektor Informal
Dishub Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa kuota mudik gratis akan diprioritaskan bagi pekerja sektor informal seperti buruh harian, pedagang kecil, serta pekerja jasa. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan dukungan transportasi karena biaya perjalanan mudik sering kali menjadi beban berat menjelang Lebaran.
Pemerintah juga akan memastikan kendaraan yang digunakan telah melalui uji kelayakan jalan serta dilengkapi asuransi perjalanan. Sopir dan kru bus diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk menjamin keselamatan penumpang.
Upaya Kurangi Kemacetan dan Risiko Kecelakaan
Selain membantu masyarakat, program mudik gratis juga menjadi bagian dari strategi keselamatan lalu lintas. Setiap tahun, arus mudik Lebaran menyebabkan lonjakan kendaraan pribadi di jalan nasional dan tol, yang kerap berujung pada kemacetan panjang maupun kecelakaan.
Dengan menyediakan transportasi massal terjadwal, pemerintah berharap jumlah kendaraan pribadi dapat ditekan. Langkah ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi kendaraan selama periode mudik.
Dishub menegaskan bahwa program ini akan disinergikan dengan kebijakan pemerintah provinsi serta kepolisian, termasuk pengaturan jadwal keberangkatan agar tidak menumpuk di satu waktu.
Harapan Mudik Lebih Aman dan Nyaman
Melalui program mudik gratis Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap masyarakat dapat merasakan perjalanan pulang kampung yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau. Pemerintah juga mengajak warga untuk segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka, mengingat kuota yang tersedia terbatas.
Jika program berjalan lancar, Dishub berencana menambah jumlah armada pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah optimistis kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam menciptakan mudik yang lebih tertib dan manusiawi di masa mendatang.





